Jumat, 16 Oktober 2015

Cara Mudah Menjadi Worship Leader


“Worship Leader” yang biasa kita artikan “Pemimpin Penyembahan” harus dipahami bahwa memang benar-benar ada 2 unsur di dalamnya yaitu Penyembahan & Kepemimpinan. Seorang worship leader, selain memiliki kehidupan penyembahan pribadi yang baik dan seni menyembah yang baik, juga tidak boleh diabaikan pentingnya keterampilannya dalam memimpin. Seorang worship leader diperlengkapi dengan bagaimana ia memimpin dan mempengaruhi jemaat untuk menyembah Allah dan masuk dalam hadirat Allah.
“Worship”
            Karena ini adalah soal Penyembahan, seorang worship leader hanya bisa memimpin umat Tuhan menyembah Allah dan masuk ke dalam hadiratNya hanya apabila ia juga sering menuju kesana. Ia seorang yang secara pribadi memiliki banyak pengalaman dengan penyembahan kepada Allah. Menjadi worship leader tidaklah seperti orang yang memberi peta jalan tetapi tidak pernah pergi ke tempat tujuan yang ada di peta. “Mari kita pergi kesana, ke tempat yang saya sering pergi kesana”. Itulah perkataan pemimpin, pembawa umat, dan seorang penunjuk jalan. Worship leader tidak berkata, “Mari kita ke sana bersama-sama dengan cara mencari jalan bersama-sama.”
“Leader”.
            Memiliki jiwa kepemimpinan atau mampu memimpin adalah suatu keharusan, walaupun seringkali beberapa gereja atau gembala mengabaikan kriteria ini dalam mengangkat pelayan-pelayannya untuk memimpin pujian dan penyembahan. Kemungkinannya adalah hanya alasan proses pembelajaran. Saya sering melihat seorang worship leader yang begitu bersemangat ketika puji-pujian dan juga begitu hanyut dalam roh ketika menyembah Allah, namun jemaatnya hanya menontonnya. Disinilah salah satu seni memimpin umat dimana ia harus masuk menyembah Allah dengan luar biasa tetapi ia harus melihat respon jemaat kepada Allah, bukan kepada dirinya. Ia menyembah, tetapi di saat yang sama ia harus memimpin orang lain melakukan hal yang sama dengannya. Ia harus mengalami hadirat Allah, tetapi ia tidak sendirian.
            Dalam hal apa ia memimpin? Ia memimpin dalam sikap, yaitu kesopanan dan keseriusan dalam menghormati hadirat Tuhan. Pakaian dan bahasa tubuh, tutur kata serta bahasa merupakan hal-hal yang termasuk dalam paket kepemimpinan seorang worship leader. Ia memimpin dalam menyanyi, yaitu tinggi rendah nada, volume suara, ekspresi bernyanyi, ketepatan irama dan syair lagu.  
            Sekalipun dua hal itu yaitu penyembahan dan kepemimpinan, atau menyembah dan memimpin adalah dua kriteria yang sangat mendasar, seorang worship leader tidaklah perlu menjadi frustasi dengan keadaan dimana sepertinya ia sesekali merasa gagal dalam membawa jemaat dalam suasana penyembahan dan hadirat Allah. Allah itu baik dan sangat menghargai setiap pelayanan kita. Ingatlah, masih ada banyak sekali kesempatan untuk terus bertumbuh menjadi pemimpin penyembahan yang lebih baik dan lebih baik lagi, seiring banyaknya kesempatan yang dipercayakan untuk melakukan pelayanan ini. Bila pelayanan ini adalah panggilanNya bagi kita, Dia juga akan memperlengkapi kita. Untuk belajar tentang dua hal ini, pertama adalah pengalaman kita bersama Tuhan, kedua adalah pengalaman kita bersama para senior atau pemimpin atau pelatih kita, perhatikanlah bagaimana mereka menjadi worship leader yang berhasil. Dan ketiga, pengalaman kita bersama jemaat atau orang lain. Kembangkanlah sikap menerima saran dan masukan ataupun kritikan untuk menjadi catatan kita. Tetaplah bertumbuh dalam penyembahan kepada Allah dan berjalanlah maju dalam meningkatkan bagaimana memimpin dengan terampil di hadapan umat Tuhan.

2 komentar: